isess2013.org

isess2013.org – Dalam sebuah pencapaian visual yang memukau, astronot NASA berhasil mengabadikan Gerhana Matahari Total dari perspektif yang tak terjangkau oleh kebanyakan manusia—dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka menyaksikan dan mendokumentasikan bayangan Bulan yang menutupi sebagian wilayah Amerika Serikat dalam kegelapan di tengah hari.

Perekaman Bayangan Bulan oleh Astronot ISS

Matthew Dominick dan Jeanette Epps, anggota kru ekspedisi 71, memanfaatkan peralatan di ISS untuk mengambil gambar dan video yang menunjukkan bayangan Bulan yang terbentuk bulat sempurna, atau umbra, yang melintasi AS. Gerhana ini terjadi pada 8 April 2024 dan berlangsung di atas sebagian besar Amerika Utara, termasuk AS, Kanada, dan Meksiko.

Lokasi dan Kondisi Observasi di ISS

Dari kubah ISS, yang sering disebut sebagai ‘jendela dunia’, kedua astronot ini menangkap gerhana tersebut. Pada waktu kejadian, ISS sedang mengorbit sekitar 260 mil di atas tenggara Kanada, ketika umbra Bulan bergerak dari New York menuju Newfoundland and Labrador.

Pengalaman Totalitas di Stasiun Luar Angkasa

ISS sendiri mengalami fenomena totalitas gerhana sekitar 90% selama periode terbangnya. Namun, pengamatan fenomena penuh terhalang oleh keterbatasan akses ke jendela stasiun bagian Roscosmos, yang dikarenakan pembatasan cargo.

Perayaan Gerhana dan Fenomena Langit Lainnya

Gerhana Matahari Total ini dirayakan secara meriah di Amerika Utara sebagai peristiwa astronomi yang langka. Selain gerhana, pengamat di Bumi juga bisa menyaksikan Venus dan Jupiter yang terlihat cemerlang di kedua sisi Matahari yang tertutup, serta kemungkinan penampakan Komet Pons-Brooks, tergantung pada kecerahannya.

Penjelasan Fenomena Gerhana

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan bergerak di antara Bumi dan Matahari, menciptakan bayangan yang mencolok di permukaan Bumi. Bagi mereka yang berada langsung di jalur totalitas, Bulan terlihat seukuran Matahari, menghalangi cahaya sepenuhnya untuk beberapa menit. Komet yang disebutkan dalam laporan mungkin terlihat dengan mata telanjang atau lebih jelas lagi dengan bantuan binokular.

Pencapaian ini tidak hanya menegaskan kemajuan teknologi dan kemampuan manusia untuk mengamati fenomena langit dari luar angkasa, tetapi juga memberikan perspektif unik yang memperkaya pemahaman kita tentang event-event kosmik yang spektakuler.

By admin