Jokowi Sedang Memeriksa Jalan Di Jawa Tengah
Jokowi Dan Gibran Bertemu Untuk Mengkritisi Situasi Lalu Lintas Di Jawa Tengah

isess2013.org – Presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden ke-2 serta putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, baru-baru ini bersatu mengkritik kondisi jalan di Jawa Tengah. Kritik Jokowi tertuju pada pengembangan perbaikan kawasan yang menghubungkan Solo-Purwodadi. Jokowi menyayangkan pembangunan jalan tersebut sudah bertahun-tahun namun belum rampung. Sementara itu, Gibran mengkritisi kondisi jalan di Jawa Tengah yang banyak rusak. Gibran mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan jalan di Solo yang juga mulus. Sementara itu, calon presiden ke-3 sekaligus mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, Jokowi pernah memuji kemajuan perbaikan jalan Solo-Purwodadi, meski belakangan mendapat kecaman.

Jokowi mengkritisi pembangunan jalan Solo-Purwodadi yang sudah bertahun-tahun dibangun dan belum rampung. Hal itu diungkapkannya saat membagikan 3.000 sertifikat tanah kepada warga Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024). Pertama, Jokowi mengungkapkan baru meninjau rekonstruksi jalan ruas Solo-Purwodadi. Dia kemudian mengatakan bahwa jalan itu belum dibangun. Tadi pagi kita meninjau pembangunan jalan Solo-Purwodadi yang sudah bertahun-tahun tidak selesai, kata Jokowi kepada warga.

Jokowi mengetahui jalan tersebut tidak diperbaiki karena setiap kali berkunjung ke Randublatung di Blora, Jawa Tengah, ia melihat jalan tersebut rusak. Dia mengatakan, kondisi jalan tersebut cepat rusak dalam waktu satu atau dua tahun meskipun sudah diaspal karena pergerakan tanah yang kuat. “Hampir setiap minggu, satu, dua, tiga kali, kalau mau ke Randublatung, ke Blora harus lewat sana, sekali diperbaiki, diperbaiki, lalu setahun atau dua tahun rusak lagi karena tanahnya bergerak”, ungkapnya. Oleh karena itu, Jokowi pada tahun lalu memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk memperbaiki jalan tersebut. Perbaikan akan dilakukan dengan papan beton setebal 25 cm. ” Dengan rangka setebal 25cm, kami mencoba sesuatu yang keras, halus, berharap tidak rusak karena meleleh. Kata Jokowi: “Itu dilakukan dengan batasan seperti itu, dan dia ingin menghancurkannya lagi.” Menurut Jokowi, jalan-jalan yang mudah rusak karena topografinya harus dibeton, seperti yang dilakukan pemerintah saat memperbaiki jalan di Lampung. masa lalu. Dia menyadari bahwa komputer frame lebih mahal. Namun, proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun. Memang benar mahal, tapi bisa bertahan bertahun-tahun, tidak merusak pekerjaan kota, tidak merusak aktivitas perekonomian, katanya.

Gibran pun menyampaikan kritiknya terhadap kondisi jalan di Jawa Tengah. Diakui Wali Kota Solo, banyak jalan di Jateng yang rusak. Namun kondisi tersebut berbeda dengan Jalan Solo. Gibran mengatakan, jalan di kawasan yang dipimpinnya juga mulus. Hal itu diungkapkan Gibran saat berkampanye di Desa Watu Agung, Kecamatan Batu Retno, Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa. Komentar Gibran itu dilontarkannya usai mendengar keluhan warga terkait jalan rusak. “Jawa Tengah rusak (semuanya), tapi Solo empuk. Ya nanti kita perbaiki,” kata Gibran.

Sementara itu, Ganjar menyebut Jokowi kaget dengan legalitas jalan Solo-Purwodadi. Saat itu Ganjar masih menjabat Gubernur Jawa Tengah. Pada Juli 2023, kata Ganjar, Jokowi pernah menanyakan progres pembangunan jalan Solo-Purwodadi. “Kemudian pertanyaan itu ditanyakan dan diekspos di media. Berapa persentase metode yang baik? Dia terkejut. Sekarang sudah di atas 80 persen, 88 persen kalau tidak salah. “Ada datanya,” kata Ganjar saat ditemui awak media di Kendal, Jawa Tengah, Selasa. Ganjar mengungkapkan, kemajuan pembangunan ruas jalan Solo-Purwodadi tidak lepas dari waktu pembicaraannya dengan Jokowi dan Basuki Hadimuljono.

Saat itu, mereka masuk ke dalam mobil dan mengambil jalur Solo-Purwodadi. Namun masih banyak bagian jalan yang rusak. Ganjar mengatakan, sejak kecil kondisi jalan Solo-Purwodadi selalu buruk. Dia memutuskan untuk menyewa jalan tersebut. “Saya bilang, ‘Pak, ini jalan saya, Pak’,” kata Ganjar kepada Jokowi saat itu. “Mengapa seperti ini?” kata Ganjar menirukan Jokowi. “Itu dari muda pak lho, semuanya sudah saya lakukan. Tapi uangnya habis pak, karena Covid-19 kemarin, jadi infrastrukturnya tidak kami perbaiki,” kata Ganjar. Menurutnya, melalui diskusi ini muncul ide dan kebijakan mengenai infrastruktur di wilayah tersebut. Pemerintah pusat turut membantu pembangunan jalan Solo-Purwodadi. Seiring berjalannya waktu, Jokowi terus membangun jalan tersebut, ia mengungkapkan kekagumannya. “Oh, bagus dibandingkan daerah lain. “Saya tidak mau bicara itu,” kata Ganjar menirukan Jokowi. Karena saat itu (Jokowi) sedang menuju ke tempat lain, kata Ganjar.

By admin